Logo Provinsi Jawa Barat Logo Dinas Pendidikan Wilayah III

Rancangan Aksi Perubahan KCD Wilayah III

SI-DATA

Strategi penuntasan anak putus sekolah melalui Sistem Kolaboratif Data untuk deteksi dini, validasi, monitoring, tindak lanjut peserta didik rentan, serta pemetaan daya tampung sekolah di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Deteksi dini Validasi data Daya tampung sekolah Kolaborasi stakeholder Tindak lanjut cepat
Ruang Kendali KCD III
Sekolah Terpantau
39
Perlu Validasi
128
Daya Tampung SMA/SMK
116,11%

Masalah Kinerja Organisasi

Penanganan anak putus sekolah perlu bergerak dari reaktif menjadi preventif.

KCD III membina SMA, SMK, dan SLB di Kota Bekasi serta Kabupaten Bekasi. Tantangan utamanya adalah data peserta didik rentan putus sekolah masih tersebar, validasi belum seragam, dan tindak lanjut sering terlambat karena informasi belum berada dalam satu sistem kolaboratif.

01 Data tersebar di sekolah

Informasi kehadiran, kondisi sosial ekonomi, status aktif, dan catatan pembinaan belum terbaca sebagai satu gambaran wilayah.

02 Validasi belum cepat

Peserta didik rentan membutuhkan pemeriksaan data agar intervensi tidak salah sasaran dan tidak menunggu kasus menjadi putus sekolah.

03 Koordinasi lintas pihak

Sekolah, pengawas, KCD, pemerintah daerah, dan stakeholder pendukung perlu memakai data yang sama untuk mempercepat penanganan.

Peta Risiko Putus Sekolah

Anak yang berisiko harus terlihat lebih awal, sebelum benar-benar keluar dari sekolah.

Putus sekolah sering tidak terjadi tiba-tiba. Biasanya ada tanda awal: kehadiran menurun, masalah ekonomi keluarga, perpindahan domisili, motivasi belajar turun, atau kebutuhan pendampingan yang terlambat terbaca.

SI-DATA menyatukan laporan sekolah, validasi KCD, dan tindak lanjut stakeholder agar peserta didik rentan tidak hilang dari pantauan wilayah.

Pesan kebijakan Fokusnya bukan menunggu anak putus sekolah, tetapi menemukan sinyal risiko lebih cepat dan memastikan tindak lanjutnya tercatat.
Siswa terpantau SI-DATA 233.033 Peserta didik yang sudah masuk pemantauan wilayah KCD III.
Siswa rentan 6.447
Perlu validasi 2.664
Prioritas intervensi 1.843
Sudah ditangani 1.710
749 sekolah terpantau
2.073 tindak lanjut berjalan
2,77% rasio siswa rentan

Prioritas SI-DATA: mempercepat validasi sekolah, menentukan kasus yang harus bergerak dulu, dan memastikan intervensi tidak berhenti di laporan.

Peta Peluang Lanjut Sekolah

Setiap lulusan perlu terlihat: bukan hanya berapa kursi tersedia, tetapi di mana kursi itu berada.

Di atas kertas, daya tampung SMA/SMK Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi terlihat mencukupi. Namun keluarga tidak memilih sekolah dari angka total provinsi. Mereka memilih dari jarak, akses, biaya, dan ketersediaan sekolah di kecamatan terdekat.

SI-DATA membantu pimpinan melihat wilayah yang aman, wilayah yang mulai padat, dan kecamatan yang perlu perhatian lebih cepat sebelum anak kehilangan peluang melanjutkan sekolah.

Pesan kebijakan Kecukupan agregat belum tentu berarti akses merata. Data ini menjadi bahan koordinasi KCD, sekolah, pemerintah daerah, dan mitra lintas dinas.
Peluang tampung SMA/SMK 116,11% Secara wilayah, kursi tersedia lebih banyak dari jumlah calon lulusan.
Calon lulusan 91.830
Kursi SMA 49.214
Kursi SMK 57.412
Ruang aman wilayah 14.796
2 wilayah kerja dibandingkan
35 kecamatan dipantau
11 kecamatan perlu perhatian

Prioritas pemantauan: Serang Baru, Cibitung, Cikarang Timur, Pondokgede, Setu, dan Babelan membutuhkan perhatian karena kursi SMA/SMK terdekat belum seimbang dengan calon lulusan.

Tujuan SI-DATA

Satu sistem untuk identifikasi, pelaporan, validasi, dan monitoring tindak lanjut.

SI-DATA membantu KCD III memperkuat tata kelola data pendidikan agar keputusan penanganan anak putus sekolah lebih cepat, tepat, akurat, dan berbasis data.

01 Identifikasi Risiko

Peserta didik rentan dibaca melalui indikator awal seperti kehadiran, status aktif, kondisi ekonomi, dan catatan sekolah.

02 Validasi Berkala

Data dari sekolah disinkronkan dan diperiksa agar KCD dapat memetakan data valid, belum lengkap, atau perlu konfirmasi.

03 Monitoring Intervensi

Status tindak lanjut ditampilkan agar penanganan tidak berhenti di pelaporan, tetapi terus terpantau sampai selesai.

04 Laporan Pimpinan

Ringkasan wilayah, sekolah prioritas, dan progres penanganan siap dipakai untuk rapat, FGD, dan kebijakan.

Alur kerja

Dari deteksi sekolah ke intervensi stakeholder, dengan jejak data yang jelas.

1 Sekolah Melapor

Operator sekolah login ke dashboard sekolah, lalu mengisi data peserta didik rentan melalui menu Input Sekolah.

2 KCD Memvalidasi

Tim KCD dan pengawas memeriksa kelengkapan, status risiko, dan prioritas penanganan.

3 Stakeholder Bergerak

Dinas terkait, pemerintah daerah, sekolah, dan mitra pendukung melakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan.

4 Monev Berjalan

Progres intervensi, kasus selesai, dan data yang masih perlu validasi dipantau berkala.

Jejaring Kolaborasi

Sistem ini dirancang untuk menyatukan kerja sekolah, KCD, pemda, dan stakeholder.

Makalah menekankan bahwa penuntasan anak putus sekolah tidak cukup dengan dashboard. SI-DATA harus menjadi media koordinasi, sinkronisasi data, validasi, dan pengambilan keputusan bersama.

Internal KCD III Kepala dinas, KCD, pengawas, sekolah, guru, operator
Eksternal Wilayah Pemda, Disdik Kab/Kota, Dinsos, Disdukcapil, Kemenag
Wilayah Kerja Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dalam satu data tindak lanjut

Tahapan Aksi Perubahan

Implementasi SI-DATA disiapkan bertahap agar realistis dan berkelanjutan.

Jangka Pendek

Membentuk tim efektif, membangun SI-DATA, menyusun pedoman, dan melaksanakan sosialisasi atau FGD.

Jangka Menengah

Mengoptimalkan implementasi, memperkuat validasi berkala, dan membangun kerja sama dengan dinas terkait.

Jangka Panjang

Memperkuat regulasi, evaluasi berkelanjutan, dan integrasi SI-DATA dengan tata kelola pendidikan digital.

SI-DATA KCD Wilayah III

Deteksi lebih awal, validasi lebih cepat, tindak lanjut lebih tepat.

Login SI-DATA